RESTU BUDIANSYAH RIZKI

MEREKA YANG BUKAN SAUDARA SEIMAN DENGANMU ADALAH SAUDARA SEKEMANUSIAAN DENGANMU. "ALI BIN ABI THALIB"

Breaking

Sunday, October 28, 2018

PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA (ANALISIS DAN KRITIK)

Baca Juga

PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA
(sebuah kajian analisis dan kritik)

Restu Budiansyah Rizki, S.Pd.
restubudiansyahrizki@gmail.com

berbicara tentang bahasa, sering kali seseorang dibuat terkagum-kagum akan kedudukan dan keberadaan bahasa. baik kekaguman tersebut dikarenakan wujud dari bahasa itu sendiri ataupun dari asal-usul bahasa sehingga sampai melekat dalam diri manusia. adalah suatu hal yang sangat dipastikan jika pada akhirnya saat manusia terlahir di dunia, ia akan mampu mengenal dan berinteraksi dengan yang lainnya. walaupun proses yang terjadi dalam interaksi tetntu melewati beberapa tahapan. interaksi tersebut akan terjadi jika seseorang menggunakan alat yang menghubungkan antara yang satu dengan yang lainnya. sedangkan alat yang digunakan untuk berinteraksi dengan yang lainnya adalah bahasa. sehingga bahasa dalam hal ini bermakna sebagai eprantara untuk seseorang mengungkapkan keinginannya.
ketika seseorang menggunakan bahasa, ia tidak serta merta sadar dan paham akan suatu hakikat bahasa. hal itu dikarenakan bahasa muncul dalam diri mereka melalui proses yang tidak mereka kehendaki kehadirannya atau dapat dikatakan keberadaan bahasa yang mereka gunakan tanpa sadar sudah melekat di alam bawah sadar secara bertahap. sehingga dalam hal ini seorang ahli linguistik sekaligus psikologi "Noam Chomsky" melakukan riset terkait kuantitas bahasa yang diperoleh manusia saat mereka lahir hingga sampai pada masa kedewasaann. proses yang terjadi saat seseorang menggunakan bahasa atau proses-proses yang terjadi saat bahasa melekat dengan sendirinya inilah yang kemudian dikenal dengan "pemerolehan bahasa". pemerolehan bahasa inipun akan sangat tergantung dengan tempat dimana seseorang hidup dan bahasa apa yang digunakan. ketika seseorang terlahir di jawa, maka pemerolehan bahasaannya pun berbahasa jawa, begitupun dengan daerah yang lain. sebab adanya bahasa antara daerah yang satu dengan yang lain sangatlah beragam, sehingga pemerolehan bahasa yang dikatakan dalam sesi ini toidak berarti hanya pemerolehan satu bahasa saja, melainkan dua bahasa atau bahkan tiga bahasa. tergantung dengan seberapa banyak seseorang selalu mendengar bahasa hingga sampailah bahasa melekat dalam diri mereka sendiri secara langsung.
kemudian, setelah seseorang telah mampu mengetahui kemampuannya untuk menggunakan bahasa di dalam tempat di mana ia tumbuh, pastilah ia membutuhkan beberapa bahasa agar ia dapat berinteraksi dengan masyarakat yang lebih luas. sebab sebagaimana yang telah dikatakan  di awal bahwa bahasa sangatlah beragam antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. usaha atau kiat-kiat yang dilakukan seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat luas dengan menggunakan bahasa yang berbeda memerlukan pengetahuan tentang seluk-belik atau sifat dari bahasa itu sendiri. yang pada akhirnya mau tidak mau seseorang harus mempelajari bahasa yang digunakan di daerah lain. fenomena pebelajaran inilah yang kemudian dikenal dengan "perkembangan bahasa" atau "pemerolehan bahasa".
dari kedua istilah tersebut, munculah stigma atau paradigma bahwa ada perbedaan antara "pemerolehan bahasa" dan "pembelajaran bahasa", diantaranya:
  1. dilihat dari sifatnya: pemerolehan bahasa dilakukan tanpa sadar atau tanpa dikehendaki, sedangkan pembelajaran bahasa diperoleh dengan kesadaran dan dikehendaki.
  2. dilihat dari tujuannya: pemerolehan bahasa lebih mendasar pada tujuan pertama sebagai alat untuk berkomunikasi atau berinteraksi, sedangkan pembelajaran bahasa lebih mendasar pada tujuan kedua atau yang lain, seperti: mencari pengetahuan, pengalaman, fenomena-fenomena yang lain dari bahasa, atau membandingkan antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain
tertarik untuk membaca lebih lanjut?
silahkan scrool ke bawah untuk mendapatkan tautannya


klik tautan di bawah ini untu download
DOWNLOAD



No comments:

Post a Comment