RESTU BUDIANSYAH RIZKI

MEREKA YANG BUKAN SAUDARA SEIMAN DENGANMU ADALAH SAUDARA SEKEMANUSIAAN DENGANMU. "ALI BIN ABI THALIB"

Breaking

Thursday, January 10, 2019

SENJA DI MALAM JUM'AT, PENANTIAN SANG AHLI KUBUR

Baca Juga

SENJA DI MALAM JUM'AT, PENANTIAN SANG AHLI KUBUR
Restu Budiansyah Rizki


Hari ini, tertanggal 10 Januari 2019. ketika malam Jum'at kembali menyapa umat muslim.
Saat para ahli kubur selalu menunggu paket spesial dari ahli waris berupa do'a walaupun dengan satu ayat al-Qur'an. Betapapun itu, satu ayat tersebut sangatlah bernilai emas tak terkira saat diri ahli kubur tertimpa siksa kubur dari sekian deret hari yang telah dilaluinya. Hal tersebut, sebagai bentuk uluran bantuan meringankan siksaan kubur yang diterimanya.

Hari Jum'at dengan rona yang berbeda dari hari sebelumnya merupakan saat-saat yang ditunggu oleh para ahli kubur. Dari hari ini, mereka mendatangi setiap keluarganya untuk sekedar menilik apakah ahli warisnya sibuk dengan iringan tahlil, bacaan surat yasin, dan lain sebagainya teruntuk dirinya? ataukah justru sang ahli waris justru terlupakan dengan gemerlap harta yang ditinggalkan sang ahli kubur? sehingga tidak satupun ayat al-Qur'an terucapkan dan terlantunkan teruntuk dirinya?. 

Jika satu keluarga mengirimkan paket spesial berupa tahlil, maka sang ahli kuburpun pulang dengan membawa satu tumpeng barokah yang menjadi bekal di alamnya. Namun, saat sang ahli waris lupa dengan lantunan ayat al-Qur'an teruntuknya, maka ia akan pulang dengan membawa tangan kosong diiringi derasnya air mata pedihnya menerima siksaan kubur tanpa keringanan.

Bagaimanapun itu, sang ahli kubur akan melihat sendiri bagaimana kepedulian sang ahli waris ataupun keluarga yang ditinggalkan.

Di malam Jum'at ini pula, seluruh ahli kubur yang sudah tertanam di kedalaman tanah seakan diberikan waktu untuk berkumpul.

Suatu ketika, salah satu ahli kubur melihat sudaranya yang lain membawa satu tumpeng barokah dengan wajah sumringah ala orang yang baru saja mendapat hadiah istimewa.

Disatu sisi, ia melihat ahli kubur tersebut dengan muka murung, menangis meratapi nasib yang tidak seindah saudaranya yang lain. 

"Wahai fulan, gerangan apa yang membuatmu membawa satu tumpeng barokah dengan wajahmu yang bersinar? tanya ahli kubur.

"Semua ini adalah kiriman spesial malam jum'at dari ahli warisku yang masih hidup". jawab ahli kubur yang lain.
lantas, kenapa engkau sendiri tidak membawa apa-apa. bahkan tak terlihat darimu wajah kegembiraan seakan tertimpa kesedihan yang mendalam?" tanyanya balik"

"Ahli warisku tidak seperti ahli warismu yang selalu mengirimkan tahlil di setiap malam jumat". Ahli warisku terlupakan oleh semua harta yang aku tinggalkan untuk mereka. Oleh karena itu, saat ini aku tidak mendapatkan manfaat sedikitpun dari harta yang aku tinggalkan untuk mereka. Justru hartaku melalaikan mereka terhadapku". "jawabnya dengan sesekali menengguk dalam-dalam air mata.

Betapa pedihnya jika selama kita hidup, tidak teringat sedikitpun dengan mereka yang sudah terbaring di bawah tanah. padahal, kelak kita pun akan menjemput dan mengikuti perjalanan mereka. hanya saja, mereka lebih dahulu meninggalkan kita.

Akankah kita melalaikan mereka, sedang kita kelak akan merasakan apa yang mereka rasakan.

akupun teringat dengan salah satu syi'ir jawa"

Saben malam Jum'at,
Ahli kubur muleh nong omah.
Njaluk dikirimi woco qur'an jan sak kalimat.
lamon ora dikirimi
Banjur balik menyang kubur.
Balik nong Kuburan.
Mangku tangan tetangisan
Jika mereka dapat kembali ke alam dunia, Niscaya mereka akan membawa kembali harta yang pernah mereka tinggalkan, Sehingga ahli waris tidak akan melupakannya.

Senja di malam jum'at

Malang, 10 Januari 2019
Restu Budiansyah Rizki

No comments:

Post a Comment