RESTU BUDIANSYAH RIZKI

MEREKA YANG BUKAN SAUDARA SEIMAN DENGANMU ADALAH SAUDARA SEKEMANUSIAAN DENGANMU. "ALI BIN ABI THALIB"

Breaking

Tuesday, May 7, 2019

KEUTAMAAN RAMADHAN: KONDISI SYAITAN DI BULAN RAMADHAN (PART 3)

Baca Juga

Ramadhan sebagai salah satu bulan yang dijanjikan Allah menyimpan banyak keistimewaan atau keutamaan di dalamnya, telah membuat satu pihak merasakan keberkahannya dan pihak yang lain merasakan kesusahannya.

Benar memang, jika ternyata bulan ramadhan adalah salah satu bulan yang tidak adil. lebih tepatnya tidak adil untuk golongan syaitan ataupun jin. 

Bagaimana dikatakan tidak adil, sebab selama ramadhan menyapa umat muslim, syaitan pun tidak berkutik untuk menggoda manusia, menyesatkan manusia, dan mengubah tekad iman manusia karena sebab belenggu yang mengikatnya.

Pada bulan ramadhan pula, syaitan atau jin yang biasa mencuri kabar langitpun tidak dapat menjalankan perbuatannya dengan laju mulus. semua terhambat karena ramadhan. semua terhalang karena ramadhan, dan semua tergagalkan karena ramadhan.

Ilustrasi gambar: Google.com

lantas, bagaimana syaitan tidak mampu menggoda manusia, dan tidak pula berkutik mencuri kabar langit selama ramadhan?

Dikatakan dalam kitab Fadhail Auqhaat karya al-Imam Abu Bakar Ahmad bin al-Husain:
لأن شهر رمضان كان وقتا لنزول القرآن إلى السماء الدنيا و كانت الحراسة قد وقعت بالشهب كما قال الله تعالى: (و حفظناها من كل شيطان الرجيم)
"Mereka (Syaitan dan Jin) tidak mampu mencuri kabar langit dan menggoda manusia karena bulan ramadhan merupakan waktu dimana al-Qur'an diturunkan ke langit-langit bumi. Di mana, penjagaan turunnya al-Qur'an dijaga oleh sebuah suluh api yang menyala-nyala".
Sehingga, gambaran dibelenggunnya syaitan dan jin dari mencuri kabar langit tersebut merupakan bentuk penjagaan terhadap turunnya al-Qur'an dan penjagaan terhadap umat manusia terutama muslim dipelosok dunia.

Artinya, selama bulan ramadhan berlangsung inilah syaitan dan jin tidak mampu dan tidak bebas mengganggu manusia. sebab dikala ramadhan itulah mereka umat muslim sedang dalam keadaan berpuasa menahan syahwat yang membara, membaca al-Qur'an, dan beribadah kepada Allah.

Allahu A'lam

Referensi:
  • al-Imam Abu Bakar Ahmad bin al-Husain bin Ali al-Baihaqiy, Fadhail Auqhaat, 37.

No comments:

Post a Comment