RESTU BUDIANSYAH RIZKI

MEREKA YANG BUKAN SAUDARA SEIMAN DENGANMU ADALAH SAUDARA SEKEMANUSIAAN DENGANMU. "ALI BIN ABI THALIB"

Breaking

Saturday, May 11, 2019

KEUTAMAAN RAMADHAN: JAMINAN PAHALA PUASA RAMADHAN (PART 6)

Baca Juga

Puasa Ramadhan tahun 2019 ini telah memasuki hari ke-6.
Tentunya umat muslim di seluruh pelosok dunia sedang dalam keadaan menahan diri untuk tidak makan dan minum dari mulai subuh sampai dengan menjelang matahari terbenam. Lebih dari itu, mereka juga menahan diri dari hawa nafsu yang menghias begitu elok di dalam jiwa setiap insan.

Tentu, menahan diri tersebut dalam tajuk ramadhan sering dikenal dengan istilah puasa.
Puasa sebagai salah satu bagian dari rukun islam, merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim yang sudah memenuhi persyaratan. Bahkan kewajiban menjalankan puasa ramadhan bukanlah suatu pekerjaan sia-sia, melainkan kehadirannya telah membuat jiwa setiap insan menjadi sehat sebagaimana perkataan nabi "Shuumuu Tasihhu" (berpuasalah kalian, niscaya akan sehat). 

Ilustrasi gambar: Google
Lebih dari itu, seseorang yang menjalankan puasa ramadhan juga mendapatkan hak atau reward dari Allah swt. Hal tersebut sebagaimana orang yang melakukan pekerjaan akan diberikan upah atau gaji setelah melaksanakan atau menyelesaikan pekerjaan tersebut. pun demikian, puasa merupakan pekerjaan umat muslim di bulan ramadhan. Dan setelah mereka menyelesaikan pekerjaan puasa selama satu bulan penuh, maka sang pemberi upah (baca: Allah swt) pun akan menjamin dihapusnya dosa-dosa mereka di masa lalu dan masa depan. Dan hal demikian sebagai bentuk upah dari adanya puasa yang telah dilalui.

Terkait pahala puasa ramadhan, Rasulullah saw telah banyak menorehkan hadits-haditsnya sebagai bentuk pemberi kabar gembira kepada umatnya yang melaksanakan puasa ramadhan. diantaranya:
حدثنا أبو محمد عبد الله بن يوسف الأصفهاني حدثنا أبو سعيد أحمد بن محمد بن زياد حدثنا الحسن بن محمد بن الصباح الزعفراني حدثنا سفيان بن عيينة عن الزهري عن أبي سلمة بن عبد الرحمن عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه و سلم قال: من صام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Dikabarkan dari Abu Muhammad Abdullah bin Yusuf al-Ashfahaniy, diceritakan dari Abu Sa'id Ahmad bin Muhammad bin Ziyad, diceritakan dari al-Hasan bin Muhammad bin as-Shobaah az-Za'faraniy, diceritakan dari Sufyan din Uyaiynah dari az-Zuhriy dari Abi Salamah bin Abdurrahman dari Abi Hurairah dari Nabi saw, bersabda: Barang siapa yang berpuasa ramdhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.
Bahkan tidak hanya puasa disiang hari saja yang akan mendapat pahala atau rahmat ampunan, melainkan shalat di malam ramadhanpun turut serta mendapat pahala rahmat ampunan dosa, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Abu Abdullah al-Hafidz.
كما أخبرنا أبو عبد الله الحافظ و محمد بن موسى قالا حدثنا أبو العباس محمد بن يعقوب حدثنا يحيى بن الخطاب حدثنا عبد الوهاب بن عطاء قال: أخبر محمد بن عمرو عن أبي سلمة عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال: من صام شهر رمضان و قامه إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه و من قام ليلة القدر إيمانا و احتسابا غفر له ما مضى من ذنبه
Dikabarkan dari Abu Abdullah al-Hafidz dan Muhammad bin Musa, mereka berkata: dikabarkan dari Abu Abbas Muhammad bin Ya'qub. dikabarkan dari Yahya bin al-Khattab, dikabarkan dari Abdul Wahab bin 'Atho, berkata: dikabarkan dari Muhammad bin Amr dari Abi Salamah dari Abi Hurairah dari Nabi saw, bersabda: Barang siapa yang berpuasa dibulan ramadhan dan ia melaksanakannya dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Serta barang siapa melakukan shalat malam tepat pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka juga akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Referensi:
  • al-Imam Abu Bakar Ahmad bin al-Husain bin Ali al-Baihaqiy, Fadhailul Auqhat, 39-40

No comments:

Post a Comment