RESTU BUDIANSYAH RIZKI

TIDAK LEPAS DARI BISMILLAH

Breaking

Friday, June 7, 2019

EKSKLUSIFITAS MALAIKAT DALAM KONTEKS "LIL 'AALAMIINA" AYAT 1 SURAT AL-FURQON

Baca Juga

EKSKLUSIFITAS MALAIKAT DALAM KONTEKS "LIL 'AALAMIINA" AYAT 1 SURAT AL-FURQON
 
Restu Budiansyah Rizki
 
Al-Qur'an sebagai salah satu wahyu sekaligus mukjizat yang diturunkan kepada Rasululah saw menyimpan berbagai deretan makna tersurat dan tersirat. Sehingga, untuk dapat menggali dan membedah hukum, aturan, pedoman, pemahaman, ataupun rincian fenomena yang terkandung dalam Al-Qur'an membutuhkan tenaga dan kontribusi ekstra. 
 
Dalam menyuguhkan rahasia makna kalimat, Al-Qur'an tidaklah main-main. Bahkan, jangankan rahasia makna kalimat, Rahasia makna perkata pun al-Qur'an tidaklah bermain-main. Sebut saja kata Khalaqa (خلق), Ja'ala (جعل), Shana'a (صنع), Ansya a (أنشأ) dan lain-lain yang memiliki arti yang sama yaitu "Menciptakan", namun beda dalam makna atau konteks.

Jika Al-Qur'an tidak main-main dalam menginformasikan rahasia makna kata atau kalimat di dalamnya, maka pun bagi kita untuk tidak main-main dalam memahami pesan tersirat dan tersurat yang dikandungnya. 

Al-Qur'an itu manja. sehingga kita harus mengikuti arah kemana kata atau kalimat dalam Al-Quran berbicara.
Al-Qur'an itu cemburu, Jika kita tidak mencurahkan segenap ketersambungan ilmu untuk memahaminya. Jika hanya setengah-setengah, maka kitapun akan salah dalam memahami Al-Quran.

Pokoknya, untuk memahami Al-Qur'an, maka kita dituntut untuk mencurahkan segalanya untuk memahaminya.

Demikianlah bentuk cara bagaimana Al-Quran menuntut kita ketika ingin memahaminya.

Baru-baru ini, penulis membaca salah satu ayat dalam Al-Qur'an, surat Al-Furqan. Dan pada ayat pertama, penulis sudah dibuat penasaran dalam kalimat "للعالمين" atau dalam ayat lengkapnya:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
Yang jika merunut pada terjemah Al-Qur'an dan Terjemahnya cetakan KEMENAG, kurang lebih seperti ini:
"Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam",
Pada kalimat  "للعالمين" tampaknya satu terjemahan "pemberi peringatan kepada seluruh alam" terasa mengganjal dan mengusik rasa penasaran "apakah benar Al-Qur'an turun dengan memberi kabar نَذِيرًا atau "menakut-nakuti" dengan adanya siksa Allah itu berlaku untuk semua makhluq Allah".

Seperti yang dikatakan di depan, bahwa Al-Qur'an tidak main-main dalam meberitakan sesuatu atau fenomena tertentu. Jadilah salah satu kitab tafsir Jalalain (karena memang hanya tafsir jalalain yang penulis punya,,heheh) menjadi senjata untuk memahami Al-Qur'an.

Dan ternyata,
Dalam kalimat "للعالمين" itu terdapat mustatsna alias pengecualian. Di mana, pengecualian dari esensi kalimat "للعالمين" itu jatuh pada diri malaikat. sehingga makna yang dirahasiakan Al-Qur'an dalam kalimat "للعالمين" itu makhluk Allah yang mencakup Manusia dan Jin, Tanpa keikutsertaan Malaikat di dalamnya. lihat dalam naskah di bawah ini:


Jika untuk memahami kekasih saja begitu runyam, lantas bagaimana dengan Al-Qur'an? apakah cukup dengan terjemahan? tentu tidak! sebab Al-Qur'an tidak mau setengah2 kepada siapa yang ingin memahaminya. perlu kunci lain dalam memahami Al-Qur'an, semisal bahasa Arab, Nahwu, Sharaf, Balaghoh dan punggawa-punggawanya yang lain.

Sekali lagi, Al-Qur'an tidak mau setengah-setengah dan Al-Qur'an tidak main-main.
serius!

Referensi:
  • Tafsir Jalalain, Jalaluddin Muhammad bin Ahmad dan Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, (Surabaya: al-Miftah). 297.
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Referensi: https://tafsirweb.com/6257-surat-al-furqan-ayat-1.html
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Referensi: https://tafsirweb.com/6257-surat-al-furqan-ayat-1.html
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Referensi: https://tafsirweb.com/6257-surat-al-furqan-ayat-1.html

1 comment: