RESTU BUDIANSYAH RIZKI

TIDAK LEPAS DARI BISMILLAH

Breaking

Tuesday, July 2, 2019

PEMBELAJARAN BAHASA: PENGERTIAN BAHASA

Baca Juga

Jika kita berwisata ke negeri Inggris, maka kita akan mendapati masyarakatnya berbahasa Inggris.
Jika kita berwisata ke negeri Arab, maka kita akan mendapati masyarakatnya berbahasa Arab.
Jika kita berwisata ke negeri jepang, maka kita akan mendapati masyarakatnya berbagasa Jepang.
Jika kita berwisata ke negeri China, maka kita akan mendapati masyarakatnya berbahasa Mandarin.

Dan jika kita menengok negeri tercinta Indonesia, maka kita akan mendapati masyarakatnya berbahasa Indonesia.

fenomena perbedaan bahasa tersebut terlihat dalam kancah negara, belum lagi jika kita menyelinap masuk kedalam sudut-sudut perkotaan. maka kita akan mendapati lebih banyak lagi bahasa dalam satu negara.

Perbedaan bahasa yang digunakan berbagai bangsa-bangsa merupakan bentuk karunia Tuhan yang tiada bandingannya. Dalam Al-Qur'an sendiri telah disebutkan bahwa manusia diciptakan dengan memiliki perbedaan lisan dan warna kulit dalam surat Ar-Ruum: 22.

وَمِنْ آَيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
Bahasa sendiri merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap insan manapun dan dimanapun mereka berada. tanpa bahasa, kehidupan seakan menjadi sunyi, tidak ada kata, tidak ada suara, dan tidak ada rasa, dalam berkomunikasi. sebab, bahasa merupakan bagian dari cara seseorang menyampaikan keinginannya kepada orang lain. Dengan demikian, bahasa telah menjadi alat yang mendarah daging dalam kehidupan manusia dalam rangka membangun sebuah komunikasi. 

Lantas, Apakah yang dapat kita pahami dari bahasa? seperti apa dan apa fungsi bahasa?

Bahasa itu relatif dan fleksibel. Dalam pandangan apa saja bahasa dapat didefinisikan.
  • Jika bahasa dilihat dalam ranah Psikologi, maka pengertian yang dihadirkanpun dapat berbau Psikologi.
  • Jika bahasa dilihat dalam ranah Sosiologi, maka pengertian yang akan dihadirkan dapat berupa pengertian sosial, bahwa bahasa adalah fenomena sosial yang digunakan untuk komunikasi sosial.
  • Jika bahasa dilihat dalam ranah Kajian Bahasa, maka pengertian yang akan dihadirkan bertautan erat dengan karakteristik dari bahasa itu sendiri yang mengandung konsep fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan lain sebagainya.
  • Dan jika bahasa dilihat dalam ranah Sistem, maka pengertian bahasa dapat diartikan dengan sebuah sistem.
Sehingga, berangkat dari pandangan inilah yang telah memunculkan berbagai pendapat berbagai pakar yang sangat variatif, diantaranya:
  • Pakar Ilmu Ashwat (Fonologi) mendefinisikan bahasa sebagai:
أصوات يعبر بها كل قوم عن أغراضهم
"Bahasa adalah sistem bunyi yang digunakan sekelompok orang untuk menyampaikan apa yang diinginkan"
  • Pakar Ilmu Sosial mendefinisikan bahasa sebagai:
ظاهرة اجتماعية تحقق التواصل والتفاهم بين أفراد جماعة ما
"Bahasa adalah fenomena sosial yang di dalamnya terdapat interaksi antar masyarakat tertentu"
  • Pakar Ilmu Nahwu (Sintaksis) mendefinisikan bahasa sebagai:
نظام قائم على العلاقات بين الكلمات يعبر عنه بالضبط النحوي لأواخر الكلمات
"Bahasa adalah suatu sistem yang terdiri dari hubungan antar kalimat"
  • Pakar Ilmu Sharaf (Morfologi) mendefinisikan bahasa sebagai:
ألفاظ لها بنى خاصة صيغت على أوزان معروفة للدلالة على معان محددة
"Bahasa adalah kata yang memiliki bina (struktur) dan terbentuk dari berbagai wazan (bentuk kata) yang memiliki makna tertentu"
  • Pakar Ilmu Balaghah mendefinisikan bahasa sebagai:
كلمات وجمل وتراكيب تدل على معان محددة  مع مسحة من الجمال اللفظي والمعنوي
"Bahasa adalah suatu kata, kalimat, susunan yang memiliki makna tertentu dengan memiliki corak keindahan tekstual dan kontekstual" 
Demikianlah sederet pengertian bahasa yang didefinisikan oleh beberapa pakar dibidangnya masing-masing dengan tidak mengurangi kedudukan bahasa sebagai perantara atau alat komunikasi antar sesama.

Referensi:
  • Khalid Mahmud Muhammad Irfan, Ahdatsul Ittijahaat fi Ta'limi wa Ta'allumi Al-Lughah Al-Arabiyah, Riyadh: Dar An-Nasyr Ad-Dauliy, 2005, 15.

No comments:

Post a Comment